Cara Bertahan Hidup Saat Backpakeran Dengan Biaya Minim
Siapa sih yang ga mau jalan-jalan biaya murah dan dapat pengalaman banyak dengan budget sangat minimum dari Jakarta-Solo pulang dan pergi?
Gua di ajak jalan -jalan sama dia keliling kampusnya cukup besar kampus UMS dan ada 4 unit kampusnya,terus gua di ajak malamnya ke keraton solo sama diaaa dan kita setelah itu makan agkringan yang wajib cobaaa di kota solo,kenapa gua bilang wajib coba?karena kita budget minim angkringan disana murah banget di bandingkan di kota jogja rasanya pun samaa
Galih punya temen yaitu fathur dan gua di ajak ke tempat fathur untuk menginap di boyolali di rumahnya jaraknya lumayan 1 jam perjalanan dari kota solo menuju boyolali.Sarapan pagi kita adalah disana susu sapi yang baru di peras dan gua baru pertama kali ngerasain susu asli di bandingan yang dikemasan rasanya cukup beda,kami berdua di jamu dengan baik di rumah fathur sampai-sampai semua makanan di biayai
kami pun balik ke tempat galih bersama fathur,saat balik galih baru balik dari kampusnya.Kami ber 4 menelusuri kota solo ke berbagai tempat yang sayang kumjungi yaitu keraton lagi,pasar batik di sana, melawati rumah pak presiden Jokowi,dan kita sempat ke Stadiun Manahan solo yang sangat bagus
tak berasa untuk 1 minggu di kota orang ,owh yaaa nih pengen bilang budget berapa yang keluar dengan rincian yang gua buat
1.kereta dari St.Pasar Senen-St.Purwosai PP (148k)
2.Grab dari titik kumpul dimana saja PP (50k)
3.Makan 30k/hari jadi kita selama 5 hari (150k)
4.Objek semua tempat di solo (50k)
5.Biaya tak terduga (100k)
Total = 498k
owh yaa gua kasih tau kita harus bertahan hidup saat backpakeran yaitu kita harus menjalin hubungan baik dimana orang itu pun berada maupun sebaliknyaaa,gua disini juga di tampung dirumah orang tidak masuk ke hotel atau home stay selama 1 mingggu.Terima kasih banget untuk mas galih,fathur oh gua juga lupa sebut ada juga ulil dan hilmi yang menemani gua sama bagus


Komentar
Posting Komentar